h1

10 kebiasaan yang dapat merusak otak

October 23, 2007

1. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2. Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3. Merokok
Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4. Mengkonsumsi gula terlalu banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5. Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6. Kurang Tidur
Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7. Menutup kepala saat tidur
Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8. Menggunakan pikiran saat sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9. Kurang menstimulasi pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10. Jarang berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

h1

Pentingnya Oksigen Bagi Regenerasi Sel Tubuh

October 23, 2007

Oksigen kini tidak hanya dapat dihirup, tapi bisa dikonsumsi layaknya seperti minuman.?

Berkat kemajuan teknologi pangan, kini banyak dijual produk air kemasan yang mengandung oksigen. Benarkah air oksigen menyehatkan?

Manusia yang normal akan membutuhkan oksigen sekitar 375 liter per hari. Secara alamiah, kita mendapatkan oksigen dengan bernapas melalui paru-paru. Oksigen sampai di paru-paru kemudian ke alveoli lalu akan diikat oleh hemoglobin di dalam darah. Kemudian disalurkan ke seluruh tubuh untuk membantu proses pembakaran glukosa menjadi energi.
Sekali kita menghirup nafas, paru-paru bisa menampung sekitar 500 ml udara ke dalam tubuh. Dalam kondisi lelah, seperti sehabis olah raga, kebutuhan tersebut akan meningkat 5-10 kali lipat. Saat berolahraga, tubuh akan merasa lelah karena asupan oksigennya berkurang. Dalam suhu ruangan, air secara alamiah sudah mengandung oksigen sebanyak 10 ppm atau 10 miligram per liter. Pada suhu lebih rendah (misalnya dalam lemari pendingin), kadar oksigen bisa meningkat hingga 15 ppm.

Oksigen kini tidak hanya dapat dihirup, namun bisa juga dimasukkan melalui saluran pencernaan. Hampir sama dengan air minum dalam kemasan lainnya, air oksigen berasal dari tanah atau mata air yang telah melalui proses destilasi, kemudian di akhir prosesnya ditambahkan dengan oksigen. Melalui oxygen keeper technology, air yang tadinya mengandung oksigen relatif sedikit, kini bisa mencapai 10 kali lipat lebih tinggi kadar oksigennya. Air oksigen biasanya mengandung 80 ppm oksigen per botol. Namun, oksigen yang sudah larut dalam air?bersifat sangat labil dan mudah terlepas kembali terutama jika air tersebut berada dalam kondisi di atas suhu ruang (25-30oC), terkena panas, atau terpapar cahaya matahari langsung.

Sebenarnya manfaat air oksigen sejauh ini belum terbukti secara ilmiah atau secara klinis.? Perlu diketahui, bila asupan oksigen di dalam tubuh berada dalam kadar yang normal, maka akan mendukung kesehatan kita. Namun, bila kadarnya terlalu tinggi, maka akan bersifat berbahaya karena oksigen bersifat radikal bebas. Radikal bebas merupakan salah satu faktor pencetus terjadinya kanker.

h1

Jus jeruk cegah terjadinya batu ginjal

October 23, 2007

Suatu hasil penelitian menyebutkan bahwa jus jeruk dapat membantu mengatasi terjadinya batu di ginjal.

Sebelumnya para ahli mengatakan bahwa potasium sitrat yang terdapat pada jus jeruk dapat menghambat terjadinya batu di daerah ginjal pada orang yang memiliki riwayat mengalami batu ginjal.

Namun dalam penelitian kali ini, tim dari University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, mendapatkan adanya komponen lain yang terdapat pada jus jeruk mampu mencegah terjadinya batu.

Sebanyak 13 partisipan (beberapa diantaranya memiliki riwayat batu ginjal dan beberapa lainnya tidak) melakukan berbagai fase percobaan. Selama satu minggu mereka diberi minum iar biasa, pada minggu berikutnya mereka diberi minuman jus jeruk selanjutnya diberi minuman lemon di minggu terakhir. Interval pemberian masing-masing minuman tersebut berselang 3 minggu.

Pada setiap fase, partisipan dianjurkan minum 13 ons jus jeruk, lemon dan air biasa sebanyak tiga kali sehari setiap kali minum. Mereka juga dianjurkan untuk diet makanan rendah kalsium, rendah oxalat sehingga dapat menekan terjadinya batu.

Dari penelitian tersebut didapatkan bahwa jus jeruk dapat meningkatkan kadar sitrat di urin dan menekan terjadinya kristal asam urat dan kalsium oxalat yang banyak menyebabkan terjadinya batu ginjal, sedangkan lemon tidak meningkatkan kadar sitrat di urin.

Ketua peneliti, dr Clrita Odvina, seorang asisten profesor bidang penyakit dalam dari Charles and Jane Pak Center mengatakan bahwa perlu dicatat bahwa sitrat yang terdapat pada jus jeruk berasal dari ion potasium sedangkan sitrat yang terdapat pada lemon dan cranberry berasal dari ion hidrogen. Dimana ion hidrogen bersifat meningkatkan konsentrasi sitrat, sedangkan potasium tidak.

Berita ini dipublikasikan dalam berita Clinical Journal of the American Society of Nephrology.

h1

Jadwal Piket Organ Tubuh

October 23, 2007

Mau tau jadwal piket organ tubuh manusia? Ini dia…

LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00: Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 – 11.00 : Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00 : Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah.

HATI
Jam 13.00 – 15.00 : Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00 : Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru

GINJAL
Jam 17.00 – 19.00 : Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00 : Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan

LIMPA
Jam 21.00 – 23.00 : Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00 : Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.

HATI
Jam 01.00 – 03.00 : Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00 : Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00 : Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan buang air besar secara teratur

h1

Bersihkah air yang Anda konsumsi?

October 23, 2007

Masak air sampai mendidih dan masukkan ke termos. Tunggu sampai endapannya turun, biar tidak terminum… umumnya disekeliling kita melakukan hal ini. Walau ada juga yang membeli air minum mineral dalam kemasan botol atau galon.

Sudahkah kita memahami bahwa air ini bisa juga membawa petaka bagi ginjal Anda?

Anda tidak yakin? Atau masih mau mentoleransi hal-hal yang ada dalam pikiran Anda tentang keyakinan atas air yang dimasak sendiri sudah memenuhi standard? Terserah Anda.

Pernah coba test air yang dimasak, air mineral atau air osmosis?

Kalau pernah dengar coba saja perhatikan hasil testnya dan bandingkan. Jangan dengar dari orang lain, Anda boleh cari dan lihat sendiri hasil testnya.
Melihat 1 kali jauh lebih baik dibanding mendengar 1000 kali. Buktikan.

Dijamin Anda gak mau minum air yang selama ini Anda konsumsi. Walau diawalnya semua terlihat bening dan bersih. Mata Anda sudah tertipu!

Ingat! Menjaga jauh lebih baik dibanding mengobati.
Berapa banyak pasien gagal ginjal bertambah setiap tahunnya.

Semoga air yang Anda konsumsi bukan sebagai penyebabnya.

h1

Persiapan menjadi donor ginjal

October 21, 2007

Persiapan untuk membuat keputusan menjadi donor ginjal perlu Anda cermati.

Keraguan umumnya muncul disaat mendekati jadwal operasi atau bahkan dikarenakan karena kurangnya informasi. Informasi yang lebih banyak “katanya” jauh lebih cepat masuk ke pikiran sang calon donor ginjal. Entah darimana mereka mendapatkan informasi tersebut. Yang jelas “katanya” belum tentu mewakili sang donor ginjal sebelumnya.

Jangan cepat percaya kabar burung. Cari terus informasinya agar Anda yang berkeinginan menjadi donor lebih banyak informasi.

Kunci pemantapan untuk menjadi donor :

  1. Memohon kepada Allah SWT.
  2. Ikhlas dan pasrah.
  3. Bicara langsung dari hati ke hati dengan calon resipien.
  4. Konsultasi dengan dokter ahli.
  5. Banyak membaca informasi mengenai ginjal dan yang berkaitan.
  6. Persiapan mental dengan terus berpikir positif, tidak ada yang tidak mungkin.
  7. Persiapan finansial (bila kesulitan silahkan coba cari dan tanyakan pada yayasan ginjal).
  8. Sering bertanya kepada dokter ahli ginjal, jangan pada tetangga atau pada orang yang bilang “katanya” disetiap akhir cerita. ;-) Anda bisa jadi mundur!
  9. Jangan pernah takut! Walau semua orang pernah merasakannya. Rileks saja.
  10. Jangan jual ginjal Anda! HARAM! Tuhan memberikannya kepada Anda GRATIS.

Anda perlu berpikir tidak hanya sekali. Coba cari tahu manfaat yang lebih bersifat kepada hati nurani bukan materi!

Semoga bermanfaat.

Sumber : donor ginjal

h1

How dialysis works

October 21, 2007

Blood
The human blood is a solution in which water is the solvent and substances, such as electrolytes, urea, glucose, and others are all solutes. The blood of a patient with kidney failure has excess fluid and substances that should be removed by dialysis using the principles of diffusion, osmosis and ultrafiltration.

Vascular access
To perform dialysis, every patient should have a vascular access. The vascular access is necessary to connect the patient’s blood with the dialysis machine. This is the place where a dialysis delivery system enters the bloodstream in a patient’s body (3). The vascular access can be one of two types:

Internal devices

1.gifArterio-Venous Fistula (AVF), created by surgery, is an internal native anostomosis or connection between a patient’s artery and vein, “allowing arterial blood to flow directly into the vein”. (3) The vessels of the arm are the most common location for fistula.

2.gifArterio-Venous Graft (AVG) is an artificial synthetic connection between an artery and a vein. The graft is used for patients who have vessel problems (diabetes, elderly). The graft can be long enough to connect vessels in different parts of the body: arm or thigh. ( 3 )

External devices or catheter.

  • Subclaviar catheter
  • Jugular catheter
  • Femoral catheter

3.gif
The catheter is a hollow tube inserted into the subclaviar or jugular, or femoral veins which has “direct access to the heart”. The catheter is a temporal vascular access . It is used when internal access is not ready for treatment, and a patient needs emergency dialysis. (3 )

Internal AVF and AFG are preferable to use than catheters because they decrease the possibility of infection , which is very important for dialysis patients who have low immunity.

References :

1. Hoenich, Ncholas A., Woffindin, Celia, and Ward, Michael K: �Diaysers.� Replacement of Renal Function by Dialysis. Ed. John F. Manner. Boston Klumer Academic Publishers, 1989. 144-1762. Keshavian, Prakash R, and Shaldon, Stanley: Hemodialysis Monitors and Monitoring. Replacement of Renal function by Dialysis. Ed. John F. Manner. Boston : Klumer Academic Publishers, 1989. 276-299.
3. Kidney Dialysis Foundation. Dialysis Related Care. Vascular access. 2004 http://www.kdf.org.sg/vascular.htm

4.Stewart, William K.: �The Composition of Dialysis Fluid.� Replacement of Renal Function by Dialysis. Ed. John F. Manner. Boston : Klumer Academic Publishers,1989. 200-217.
5. Terrill, Bobbee. Renal Nursing- A Practical Approach. Ausmed Publications: Mebourne,2001.99-150.

6. Wang, Michael B. : General Physiology: Membrane and Cellular Physiology. Physiology. Ed. John Bullock. Philadelphia: Williams @ Wilkins, 1995.2-6.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.